Merana kini aku merana Kekasih tercinta Entah kemana Sendiri kini ku dibalut sepi Tiada tempat tuk bercurah lagi Dimana kini entah dimana Bunga impian Yang indah dimata kurindu tutur sepamu Nan saat kau barada disisiku…. Kini tinggallah kusendiri Hanya berteman dengan sepi Menanti dirimu kembali Disini ku terus menanti Akan kucoba untuk Menanti dirimu kekasih Oh bunga…. Dimana kini kau berada Jangan biarkan diriku Dalam kesorangan Oh bunga… Jangan kau gores luka didada Sunguh diriku takkan kuasa Campak kan kenanga Ho ho ho….
Hembusan angin meniup wajah alam Mataku tak berkedip menatap langit Terlalu luas tak bertepi pandang Bisakah aku menyentuh awan
Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa Mendengarkan jiwaku berkata-kata Tak mungkin aku abaikan kata hati Ku harus jujur pada hatiku
Kau dan aku tak bisa bersama Bagai syair lagu tak berirama Selamat tinggal kenangan denganku Senyumku melepaskan kau pergi
Engkau bukanlah sebuah kesalahan Tak pernah aku menyesal mengenalmu Tapi biarkanlah aku terbang bebas Mencari cinta sejati
Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa Mendengarkan jiwaku berkata-kata Tak mungkin aku abaikan kata hati Ku harus jujur pada hatiku
Kau dan aku tak bisa bersama Bagai syair lagu tak berirama Selamat tinggal kenangan denganku Senyumku melepaskan kau pergi Kau dan aku tak bisa bersama Bagai syair lagu tak berirama Selamat tinggal kenangan denganku Senyumku melepaskan kau pergi
Kau dan aku tak bisa bersama Bagai syair lagu tak berirama Selamat tinggal kenangan denganku Senyumku melepaskan kau pergi
Saatnya ku berkata mungkin yang terakhir kalinya Sudahlah lepaskan semua kuyakin inilah waktunya Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi Mungkin saja rasa itu telah pergi Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali Rasa yang kutinggal mati Seperti hari kemarin saat semua disini Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi mimpimu Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi Mungkin saja rasa itu telah pergi Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali Rasa yang kutinggal mati Seperti hari kemarin saat semua disini Tak usah kau tanyakan lagi simpan untukmu sendiri Semua sesal yang kau cari semua rasa yang kau beri
Aku dihadapkan pilihan Antara benar dan salah Aku mencintai kamu Sangat mencintai
Kamu berjalan bersamanya Selama kamu denganku Begitu rumitnya dunia Hanya karena sebuah rasa cinta
Jadilah aku, kamu, dan dirinya Berada di dalam dusta yang tercipta Mengapa kah harus ku rasa Sepenting itu kah cintamu Kita berawal karena cinta Biar lah cinta yang mengakhiri
Jadilah aku, kamu, dan dirinya Berada di dalam dusta yang tercipta Mengapa kah harus ku rasa Sepenting itu kah cintamu Kita berawal karena cinta Biar lah cinta yang mengakhiri
Mengapa kah harus ku rasa Sepenting itu kah egomu Kita berawal karena cinta Biar lah cinta yang mengakhiri
Kamu dihadapkan pilihan Antara aku dan dia Begitu rumitnya dunia Hanya karena sebuah rasa cinta
Manakala hati menggeliat mengusik renungan Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta Suara sang malam dan siang seakan berlagu Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna Membentuk melekuk memeluk kita Dua jiwa yang melebur jadi satu Dalam kesunyian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah Menggelarkan cerita penuh suka cita Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati